"If you can't figure out your purpose, figure out your passion. For your passion will lead you right into your purpose" -Bishop T.D Jakes-
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia 2. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Desember 2013
Sabtu, 19 Oktober 2013
TUGAS 3 (Kelompok)
Membuat karya tulis untuk membandingkan format penulisan dari tiga Perguruan Tinggi. Berikut adalah kesimpulannya :
KESIMPULAN
Penulis
dapat menarik kesimpulan dari karya tulis yang telah penulis buat, bahwa format
penulisan skripsi secara garis besar relatif sama. Ada beberapa hal kecil yang
berbeda, diantaranya :
- Font yang digunakan pada Universitas Jakarta menggunakan Calibri, sedangkan Universitas Indonesia dan Universitas Gunadarma menggunakan Times New Roman.
- Pada Universitas Indonesia terdapat Pernyataan Keaslian Karya Tulis dan Ucapan Terima kasih, sedangkan di Universitas lain tidak ada.
- Abstrak atau Abstraksi tidak terdapat pada Universitas Jakarta.
- Penomoran di Universitas Jakarta dan Universitas Gunadarma berada di pojok kanan atas, sedangkan pada Universitas Indonesia berada di pojok kanan bawah.
- Terdapat perbedaan jumlah bab di setiap Universitas.
- Skripsi dari Universitas Indonesia mencantumkan daftar acuan dan daftar pustaka, sedangkan pada universitas lainnya hanya terdapat daftar pustaka saja.
- Penulisan daftar pustaka berbeda setiap Universitas.
TUGAS 1 (Meringkas Artikel)
Membentuk Kecerdasan Si Kecil sejak Dini
(Sifat Artikel : Deskriptif)
Ketua
Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr
Soetomo Surabaya Dr Ahmad Suryawan SpA(K) menuturkan bahwa kecerdasan dan
perilaku si kecil tidak terbentuk secara instan melainkan butuh proses dan
berkesinambungan. Ini dimulai dari sejak buah hati masuk ke 1.000 hari pertama.
Masa 1.000 hari pertama adalah rentang waktu 280 hari sebelum kelahiran hingga
720 hari. Selanjutnya kecerdasan dalam berperilaku dapat dibentuk oleh Anda
sebagai orangtua sejak awal perkembangan anak. Ketika anak berusia dua tahun,
sirkuit otak anak sudha terbangun sekitar 80%. Pada usia enam tahun,
perkembangannya telah mencapai 90-95%. Dalam periode ini, otak anak lebih responsif
sehingga baik untuk membentuk kecerdasan dan perilaku dasar si kecil. Namun,
pada periode ini otak anak akan mengalami momen paling sensitif dibandingkan
semua periode usia anak. Perkembangan sirkuit jaringan otak mencapai 80%.
Sebagai orangtua, anda perlu memantau prosesnya agar tidak terjadi kegagalan
pembentukan sirkuit otak yang bisa berakibat permanen. Jadi, berikan gizi yang
cukup dan stimulasi yang tepat untuk anak sedari dini yang sesuai untuk
anaknya.
Peran
orangtua sangat dominan dalam pembentukan karakter anak sejak awal. Psikologi
anak, Dr Rose Mini Mpsi menuturkan bahwa pola asuh anak ini melingkupi proses
merawat anak, mengajarkan sosialisasi pada anak, dan komunikasi. Sebagai
orangtua, hindari memaksakan kehendak pada anak. Sebaliknya, ajarkan berbagai
hal dan kembangkan dialog dengan si kecil. Hindari pula menggunakan kata-kata
kasar, membanding-bandingkan dan mencela anak. Dengan kecerdasan optimal, anak
akan menjadi lebih mandiri, percaya diri, multitalenta, dan tangguh dalam
menghadapi persoalan. Sosok anak inilah yang disebut Generasi Platinum.
Generasi Platinum adalah karakteristik antara lain multitalenta, yaitu memiliki
kapabilitas dalam berbagai bidang, memiliki fisik sehat, kreatif dan berdaya
imajinasi tinggi.
Selasa, 15 Oktober 2013
TUGAS 2 (Membuat Tulisan)
JAKARTA
(Sifat
: Deskriptif)
Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta,
Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya
kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di
bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa
(sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra
(1619-1942), dan Djakarta (1942-1972). Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan:
6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 10.187.595 jiwa (2011). Wilayah
metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa,
merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggara atau urutan kedua di dunia.
Sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan,
Jakarta merupakan tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan
swasta, dan perusahaan asing. Kota ini juga menjadi tempat kedudukan
lembaga-lembaga pemerintahan dan kantor sekretariat ASEAN. Jakarta juga dikenal
dengan banjirnya, karena masih banyak penduduk yang masih kurang peduli
terhadap lingkungan.
JAKARTA
(Sifat
: Argumentatif)
Jakarta adalah kota yang padat penduduk sehingga sedikit
tersedia daerah resapan air, selain itu kesadaran masyarakat untuk menjaga
kebersihan kotak sangat rendah, alhasil sampah menumpuk diseluruh sudut kota. Maka
tidak menutup kemungkinan banjir kerap terjadi di Jakarta. Banjir merupakan
peristiwa yang tidak asing lagi di kota Jakarta, jika musim hujan sudah pasti
sebagian besar wilayah akan terendam air dengan ketinggian paling sedikit
selutut.bencana tersebut merupakan bencana langganan yang terjadi di kota
Jakarta. Sudah berbagai cara dilakukan oleh pemerintah dan semua kalangan untuk
mengatasi bencana tersebut, namun bencana ini tetap saja datang menghampiri
kota Jakarta. Banjir yang melanda Jakarta menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu
diantaranya menderita penyakit diare, muntaber, ISPA, DBD, dan beberapa
penyakit kulit lainnya. Banjir di Jakarta sangat merugikan karena dapat
menyebabkan gangguan penyakit, rusaknya jaringan listrik, melumpuhkan
transportasi dan membuat kita sebagai penduduk Jakarta menjadi tidak nyaman. Oleh
karena itu kita harus mencegah datangnya bencana tersebut dengan cara tidak
membuang sampah sembarangan, memperbanyak daerah resapan air dan menyadari akan
bahaya banjir. Jadi, dapat disimpulkan banjir selain disebabkan oleh curah
hujan yang tinggi juga disebabkan oleh kecerobohan manusia yang kurang
menjagalingkungan.
Langganan:
Postingan (Atom)
